Senin, 13 Agustus 2012

Complicated !


Saat ini aku menulisnya dengan penuh kekuatan. Menarik nafas panjang, dan menghabiskan banyak tissue untuk menghapus air mata. Yaa, hatiku memang benar-benar sedang hancur. Lagi – lagi aku terjatuh dari ketinggian yang begitu indah dengan pemandangannya. Semua ini karna cinta, aku hanya manusia biasa yang memang tak akan pernah bisa menghindar dari permasalahan yang satu ini.
Sayang, begitu aku biasa memanggilnya tanpa sebutan lain hanya “sayang”. Tapi sekarang aku tak bisa memanggilnya lagi dengan kata “sayang”. Jelas, aku sudah tak bersama lagi dengannya. Dia sudah bukan milikku lagi. Semuanya hilang begitu cepat saat aku benar-benar merasakan bahwa dialah yang terakhir untukku.
Aku memang bukan wanita baik seperti yang dia katakan. Aku hanya bisa marah, mengatur, mencaci, berbicara kasar, bahkan bersikap kasar padanya. Aku sangat tak suka bila dia berbohong, aku tak suka bila dia bermain dengan teman-temanya, dia selalu salah dimataku. Semua itu karna dia berlaku seperti itu kepadaku, bedanya dia melakukan itu semata-mata karna dia sangat mencintaiku dan mengkhawatirkanku. Bodohnya, aku baru menyadarinya setelah aku kehilangannya dan dia sudah bukan milikku lagi.
Aku kehilangan, ya aku merasakan kehilangan dan penyesalan yang tak henti. Dia yang selalu menyapaku ketika dia terbangun dari waktu tidurnya. Dia yang selalu memperhatikan makanku karna sakitku. Dia yang selalu mengantarkan aku kemanapun aku pergi. Dia yang selalu mengkhawatirkan aku saat aku berada diluar tanpanya. Dia yang selalu menyemburuiku saat aku dengan pria lain. Dia yang selalu mencium kening dan tanganku saat hendak pulang. Ya, aku kehilangan itu semua bahkan sayangnya yang memeluku selama 2 tahun 6 bulan 21 hari.
Tidak butuh waktu lama untuk aku bersamanya, aku mengenalnya hanya 10 hari untuk meresmikan kita benar-benar saling memiliki. Hari demi hari kita lewati sama-sama, semakin jauh hingga keluarga kami saling mengenal. Kami tidak hanya mewarnai kehidupan, tapi kami juga menggambar kehidupan kami. Begitu banyak harapan, begitu banyak janji, hingga aku menyerahkan segalanya kepadanya.
Empat bulan pertama kita lewati tanpa masalah, begitu mesra dan hangat. Saat kita sedang berbicara aku meledeknya :
Aku    : yang, kita ko ngga pernah berantem sih?
Dia      : idih, kamu mau emang kita berantem?
Aku    : hehe, biar seru aja yang
Dia      : ada-ada aja deh kamu
Entah doa atau terbawa kata-kata itu tidak lama kemudian kita berantem karna hal sepele. Bulan kelima aku mulai berantem-berantem kecil. Sampai pada hari ulangtahunku. Saat itu aku tertidur pulas, dan tiba2 aku terbangun oleh suara handphoneku. Tanpa lama-lama aku mengangkatnya dan sudah pasti itu dari dia. Dan ternyata dia sudah berada didepan rumahku. Aku senang dia hadir meski dia tidak membawa apa-apa untukku walaupun aku sedikit berharap dia dapat memberikan aku sesuatu yang special dihari ulangtahunku. Tapi yasudahlah, aku tidak mau menuntut terlalu banyak. Kehadirannya sudah cukup istimewa dihari ulangtahunku.
Anniversary 1 tahun, hari sebelumnya kita berantem karna salahku. Tapi tanpa dia sadar, dia salah kirim sms untuk mantannya yang aku tau dia sangat menyayangi mantannya dulu. Terkaget aku marah, aku kesal, dan tanpa sadar aku menangis. Besok adalah anniversary 1 tahun kita tapi kita sedang tidak dalam keadaan baik dan dia berkomunikasi dengan mantannya. Tapi semua itu bisa kita lewati, dan kita pergi untuk dinner di tempat kita jadian.
Masalah datang ketika kita mulai kuliah, dia mulai banyak membohongiku. Beruntungnya kebohongannya selalu terungkap. Mungkin karna aku jengah akan janji dan kebohongannya aku sering mencaci dan mengucap kata kasar kepadanya. Dan tak seharusnya aku melakukan itu lagi-lagi aku menyesal ketika mencoba flashback yang lalu-lalu.
Aku percaya, dia tidak akan menyakitiku seperti kebanyakan pria disekitarku. Aku mencintainya dengan segala kelebihannya bahkan kekurangannya. Hingga pada saat aku tersadar, aku tak sengaja membaca bbmnya ada wanita lain yang tidak aku kenal menyapanya. Aku seperti membabi buta, kesal, marah, dan tak bisa berkata-kata baik. Aku memintanya untuk jujur kepadaku siapa wanita itu. Hingga akhirnya dia meminta maaf, dia tidak mengenal wanita itu tapi dia hanya bbman tetapi sayang-sayangan. Aku tak henti menangis, menghinanya bahkan aku menamparnya. Aku tak percaya dia mampu melakukan itu kepadaku jelas setelah 2 tahun kita lewati bersama walaupun dia bilang hanya iseng. Lagi-lagi aku memaafkannya dan aku bisa menerimanya kembali.
Namun tak lama setelah masalah itu berlalu. Aku sering merasakan perasaan tidak enak kepadanya. Aku merasakan keanehan yang aku tak tau sebenarnya itu apa. Dia tidak pernah mengupdate tentang aku, foto, bahkan status bbmnya. Terlihat sepele, namun buatku itu adalah keanehan. Aku marah, dan aku mempermasalahkannya hingga akhirnya kita tidak ada komunikasi. Dan tiba-tiba dia meneleponku dan meminta maaf sambil memberitahu aku bahwa handphonenya hilang dan dia berjanji kepadaku untuk segera mengabariku dengan handphonenya yang satu lagi.
Aku menunggu dan khawatir kepadanya. Ketika aku tau dia bersama teman-temannya tanpa mengabariku sedikitpun. Aku kesal aku marah dan aku tidak bisa berpikir sehat. Aku memutuskannya karna aku muak dan memang aku sudah tidak nyaman dengan segala tingkah, kebohongannya, dan perasaan tidak enakku.
Awalnya kami masih berkomunikasi dengan baik. Dan aku melihatnya masih menyayangiku. Tapi, aku melihat keanehan di account jejaring sosialnya. terlihat dia sedang dekat dengan salah satu wanita yang aku tau itu rumahnya dekat dengannya walaupun begitu aku tau selama masih deganku mereka sama sekali tidak pernah berkomunikasi. Wanita itu cukup dikenal oleh teman-temanku. Ketika aku bertanya tentang wanita itu semua menjawab “oh jablay” dan aku tak tau harus berbuat apa saat aku tau dia benar-benar menyakitiku.
Akhirnya terbukti kalau mereka sedang ada sesuatu, sedang dekat. Mereka bermesraan di account social itu, dan aku tidak tau apakah dia berhubungan diluar itu. Sampai akhirnya aku melihat mereka jalan di suatu mall. Aku hanya bisa tersenyum melihatnya. Walaupun sebenarnya hatiku ingin teriak. Setelah itu aku hanya duduk terdiam, untuk menangispun aku tak sanggup.
Tiap malam aku menangis dan berkaca, apa salahku, dan apa yang kurang dariku hingga dia jelas tega menyakitiku. Dia sedang menari diatas penderitaanku, dia menertawakanku bersama wanita itu dan teman-teman wanitanya. Keadaan berbalik, dia mencaciku, dia menghinaku dengan ucapannya yang membuatku menagis tiada henti. Aku hanya bisa berbicara pada tuhanku, aku hanya bisa terdiam tanpa tau harus berbuat apa.
Dia tidak berhenti menghantuiku dengan bayangannya, tapi dia mulai menyapaku dengan ucapan-ucapan yang meyakinkan aku bahwa dia mencintaiku dan dia berjanji akan menepati segala janjinya padaku. Dia datang dan pergi sesuka hati. Aku sibuk menguatkan diri untuk tidak memantaunya karna aku tau itu sangat menyiksaku. Sms yang dia berikan :
Dia      : “ngga salah kan aku menyimpan janji dalam hatiku yang tak pernah terucap? Aku punya rasa bahagia yang dapat aku rasain sendiri, bukan dari oranglain melainkan aku yang membuat mereka bahagia. Siapapun nanti yang menjadi teman dekatmu dan aku, aku yakin unjungnya pasti kita. Aku sangat yakin itu”.
Aku percaya terhadap pesan pendek yang dia berikan kepadaku. Aku memilih bertahan meski aku sakit melihat mereka bersama. Aku tak bisa menerka apa yang dia mau dan dia pikirkan saat ini. Jika memang dia menyayangiku dan yakin akan bersama mengapa dia menyakitiku?
            Tanpa terasa aku harus berangkat keluar kota untuk study penelitianku selama 2 minggu. Aku merasa sangat beruntung karena ditengah kegalauanku aku dikasih waktu untuk keluar kota meskipun ini kontrak kampus. Ketika aku akan berangkat dia mengabariku :
Dia      : hari ini berangkat ke jogja ya? Ati2 ya banyak da. Jaga diri kamu, jangan lupa selalu kabarin mama. Sukses buat dines luar kotanya. Makasih, apa yang kamu kasih ke aku adalah pelajaran yang sangat berharga. Mungkin ini keputusan bodoh yang aku ambil. Tapi ini harus aku paksain untuk lakukan ini. Mungkin aku akan rasain hal yang sakit seperti yang kamu rasain sekarang ketika kamu bersama orang lain. Tetap semangat, aku hanya bisa mendukungmu lewat doa. Mungkin banyak orang lain yang selalu mendukungmu. Maafin aku ya
Tak pernah aku berpikir dia akan menghubungiku saat aku hendak pergi jauh. Aku menangis, dan aku bertanya kepada tuhan kenapa harus seperti ini? Aku membalasnya dengan terisak-isak. Diperjalanan aku berhubungan baik dengannya membahas semuanya.
            Aku berusaha berkonsentrasi terhadap tugasku, tapi apa daya pikiran aku selalu buyar ketika aku teringat padanya. Lagi-lagi dia mencaci ku, menghinaku. Lebih perih lagi ketika aku tau, jaket kesayangan aku dikasih ke wanitanya. Setega itu dia lakuin itu kepadaku? Itu jaket kesayanganku, itu jaket yang selalu aku jaga ketika orang-orang memintanya dengan bayaran yang lumayan. Aku melihatnya berfoto mesra bersama wanita itu. Ya, aku hanya bisa menelan ludah, menarik nafas panjang, dan menghapus airmataku. Aku benar-benar tidak paham sama apa yang ada dipikirannya ketika dia bilang “aku Cuma mau bilang, aku kaya gini bukan karna aku ngga sayang sama kamu”. Lagi-lagi dia memberikan teka-taki.
            Hingga akhirnya 2 minggu telah berlalu, dan cukup membuatku refresh atas masalah yang ada. Saatnya aku kembali dan menerima kenyataan yang ada. Dia menghubungiku, intinya dia bilang untuk aku berhati-hati ketika pulang. Diperjalanan, tiba-tiba ada bbm yang menyapaku. Teryata kaka kelasku disekolah dulu menyapaku dan mulai mengajak berkomunikasi. Sejauh ini aku berhubungan baik dengan kaka yang satu ini. Kaka ini selalu memperhatikan aku dan menyapaku. Hingga semua orang tau, kita sedang dekat. Dan dia tiba – tiba menghubungiku :
Dia      : “aku sangat minta maaf yaa :’( sepertinya sekarang kamu sudah lebih bahagia tanpa aku. Sudah ada penggati aku dihati kamu, kamu juga lebih menemukan kebahagiaan, kenyamanan, kamu lebih sayang dengan dia. Mungkin ini jawaban dari mimpiku semalam, suatu saat nanti ketika aku ingin kamu menjadi ibu untuk anakku, kamu sudah bahagia bersama orang lain :’(
Yaa, aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku menjauh dari kaka itu karna aku memang tidak ingin memberikan harapan lebih. Sepertinya aku lebih baik sendiri.
Hingga aku tau, dia telah meresmikan hubungannya bersama wanita itu tepat dibulan yang selalu aku tunggu dalam hidupku, dibulan kelahiranku. Baiknya, dia menelponku dan mengucapkan dengan indah sekitar 30 menit kita berbicara, dan dia menemaniku saat aku berulangtahun kita dinner bareng dipinggir laut dengan view yang romantis. Dia masih bersikap biasa seperti kami masih bersama-sama. Seakan-akan memberi harapan kalau kita pasti akan bersama. Kita berbicara apa yang sedang terjadi, dan dia meyakinkan aku rasa sayangnya masih besar kepadaku. Perjalanan pulang aku menangis, dan dia pun menangis karna aku tau dia mengelap air matanya walau dia tidak menoleh ke arahku.
Ternyata wanita itu berulangtahun dibulan yang sama sepertiku hanya berbeda 3 hari dengan hari ulangtahunku. Aku menangis bukan karna dia tidak memberi apa-apa dihari ulangtahunku, aku sudah terbiasa akan hal itu. Aku menangis ketika aku tahu, dia memberikan kado special yang disukai wanita itu tepat dihari ulangtahunnya. Ya Tuhan, apa dia begitu menyayangi wanita itu? Apa wanita itu telah benar-benar menggantikan posisi aku dalam hidupnya? Aku yang sudah lama menjalin dengannya saat itu aku tidak diberikan apa-apa, tapi dia yang baru beberapa hari dengan wanita itu dia memberikan sesuatu yang special kepada wanita itu. Tidak hanya kado. Banyak hal yang aku tuntut kepadanya saat aku masih bersamanya. Dan ternyata dia melakukan hal yang aku tuntut kepada wanitanya sekarang. Tamparan keras yang harus membuat aku terbangun dan tersadar tidak ada lagi cinta untukku.
Aku berusaha bangkit hingga akhirnya aku menemukan seseorang yang dapat memberikan energy baru untuk aku kembali tersenyum. Pria ini adalah teman sekolahku dulu. Kita cukup dekat dan sering share. Mungkin karna kita berteman baik aku merasakan nyaman dan merasakan getaran lain saat bersamanya. Pria ini memintaku untuk menjadi pasangannya, dan aku mengiyakannya bukan karna aku ingin membuat dia tau bahwa aku juga bisa tanpanya tapi karna aku berharap pria ini bisa membawaku pergi dari keterpurkanku.
Ya sedikit demi sedikit aku mulai melupakannya. Lagi-lagi dia hadir dan dia berkata :
Dia      : selamat yaa. Dan sepertinya aku akan kembali ke kamu ga ada kesempatan lagi. Kamu sudah temukan cowo yang jauh lebih baik dari aku. Salam buat orangtuamu ya. Aku sayang kamu dan keluargamu terutama mamamu. Maaf kalo aku punya banyak salah sama kamu.
Aku bingung, aku heran, aku kesal. Kenapa harus seperti ini? Aku membalasnya dengan penuh keberanian dan kekuatan untuk membalasnya tanpa mengaharapkan dia mengerti akan posisi aku. Terakhir dia bilang :
Dia      : aku hanya ingin terus bisa sama sama kamu. Aku mau bisa jaga kamu
Aku hanya berdoa apa yang diucapkannya adalah benar dan ari hatinya yang paling dalam.
            Status aku sudah berbeda, aku sudah mempunyai pria lain. Dan aku nyaman menjalani bersama pria ini begitu baik, begitu hangat, begitu menyayangiku. Entah bodoh, atau memang sebenarnya aku benar-benar belom move on. Lelah dalam keadaan seperti ini tapi aku tidak bisa mengontrolnya untuk tidak seperti ini. Dia hadir lagi dan kali ini begitu baik dan berbeda. Dia main kerumahku, dia memandangiku, mencium keningku, dan berkata aku sayang kamu. Aku tahan tangisku, aku hanya tersenyum. Aku tau ini sangat salah, aku sudah punya pria lain dan diapun sudah punya wanita lain. Aku ingin sekali berpikir dengan logika tapi perasaanku membawaku tak berdaya ketika melihatnya dihadapanku. Setiap aku habis bertemu dengan priaku, dia datang. Dan  kali ini lebih parah, kami masih bermesraan dia memeluku erat dan meyakinkan aku kita akan bersama-sama lagi. Hingga disisi lain priaku berkata “perasaanku ngga enak yang”. Oh tuhan, maafkan aku. Priaku merasakan kesalahanku, karna saat dia sms itu aku sedang bersama dia. Dan entah, tiba-tiba aku mendapat kabar dia putus dengan wanitanya.
            Priaku memberikan pilihan kepadaku untuk aku melepas atau menahannya. Berkali-kali dia memberikan pilihan itu. Priaku selalu merasakan perasaan ngga enak ketika aku bersama dia. Hingga memimpikan aku 3x berturut – turut yang berisi kalau aku jalan dengan pria lain. Mungkin memang benar, jauh hatiku yang paling dalam masih dia yang bertahta. Aku memutuskan untuk melepasnya, bukan karna dia. Aku berani bersumpah, aku memutuskannya bukan karena dia. Tapi aku tidak ingin priaku larut dalam masalahku, dan tidak terbawa dalam kesakitan yang mendalam. Sempat tidak mau untuk membiarkan aku pergi, tapi aku tetap pergi. Mungkin sekarang priaku sangat membenciku.
            Dia mengetahui kalau aku sudah tak bersama priaku lagi. Dia menghubungiku dan menanyakannya kepadaku. Tapi aku tidak menjawab, aku tidak ingin dia tau aku telah usai dengan priaku. Dan saat itu dia bilang dia ingin main kerumahku untuk membantuku mengerjakan laporan. Pada saat itu dia benar-benar tau kalo aku telah usai dengan priaku. Dan saat itu juga aku tau ternyata dia telah mempunyai yang baru lagi. Aku memang lancang, aku membuka sms dan bbmnya dan ternyata aku menemukan sms itu. Ya dia punya kekasih lagi.
            Entahlah, aku benar-benar letih dalam keadaan seperti ini. Aku sedikit kesal, aku berantem dengannya. Sempat dia bilang “kamu sadar ngga, aku kaya gini juga karna kamu”. Aku tidak tau harus bagaimana aku bersikap. Besoknya temanku memberi kabar kepadaku.
Temen           : lo putus?
Aku                : iya, kenapa?
Temen           : bukan karna dia kan?
Aku                : bukan. Sangat amat bukan. Lo tau kan gimana dia ke gue. Gue ngga mau nyakitin dia. Dia terlalu baik buat gue.
Temen           : yaudah kalo itu pilihan lo. Lo tau dia udah punya cewe lagi?
Aku                : iya tau
Temen           : ko bisa tau?
Aku                : iya dia kemaren kerumah terus gue liat hpnya
Temen           : sebenernya gue ngga boleh bilang sama lo, tapi gue ngga mau lo larut dan lo harus tau dan harus bisa lupain dia. Dia sekarang ancur. Cewenya penari striptis, dan sering main dikosan sama cewenya.
Aku                : lo yakin?
Temen           : yang gue tau gitu
Menarik nafas panjang, dan rebahan. Aku tidak tau harus apa. Aku mencoba menghubungi keluarga dia yaitu kakanya. Aku menanyakan kabar itu benar atau tidak, karna aku takut itu hanya membuatku berprasangka buruk kepada dia. Dan ternyata dia marah kepadaku, dia mencaciku, dan menghinaku lagi. Jelas memang ini salahku. Tidak seharusnya aku khawatir dan takut itu benar-benar yang dia lakukan sekarang. Yasudahlah, maksudku hanya untuk care tapi dia menganggapku menfitnahnya dan mengusik hidupnya.
            Aku diajak acara ulangtahun temanku, ya lebih tepat aku mengenal temanku ini dari dia. dan saat itu dia datang, walau tak menyapaku. Entahlah aku tau dia sangat marah padaku, tapi ya aku harus berbuat apa memang salahku dan nasi telah menjadi bubur. Setelah itu aku hendak untuk pulang tapi mereka menahanku dan memintaku untuk ikut latihan basket. Yasudah, aku mengikuti mau mereka. Sekalian juga aku melepaskan rinduku melihat dia bermain basket. Dia tidak sendiri, dia mengajak temannya. Dan temannya itu banyak cerita kepadaku. Intinya disitu temannya menyadarkan aku “yang namanya cowo lain dimulut lain dihati jangan percaya sama ucapannya”. Aku mengantuk, mama sudah menelphone ku beberapa kali untuk pulang. Aku izin untuk pulang duluan, tapi tidak diizinkan. Aku menahan tangis ketika dia membentak ku :
Dia      : orangtua kamu itu nitipin kamu ke aku. Kamu kalo mau pulang yaudah pulang sendiri, tapi kalo ada apa-apa jangan nyalahin kita
Dengan nada keras dan raut muka kesal. Aku diam dan menunggu. Ketika latihan selesai aku bergegas dan menuju motorku. Dia mengikutiku dari belakang dan berkata kepada temannya
Dia      : san, lo pulang kearah sana kan? Gue titip ya, lo pepetin
San    : iya, yaudah ayo
Lalu dia nyamperin aku dan mencium keningku dan dia bilang “hati-hati ya kamu”. Ketika aku nengok dia liat mataku merah dan mengantuk. Akhirnya dia memintaku untuk menunggu, dan dia mengantarkan aku pulang. Dijalan aku benar-benar mengantuk. Dia sangat dingin kepadaku. Aku tertidur dan ketika aku terbangun dia telah menarik tanganku untuk memeluknya dan memegangi tanganku agar aku tidak terjatuh. Aku masih bisa merasakan sayangnya kepadaku, entahlah mungkin aku salah.
            Semenjak itu kita tidak melakukan komunikasi lagi. Hingga aku menghubunginya dan memintanya untuk bertemu. Aku ingin menjelaskan tentang informasi yang aku dapat. Dia membentakku, mencaciku, menghinaku, dan aku hanya menjawab dengan halus karna aku sadar itu salahku. Tiba-tiba ada bbm masuk dan bertanya “dia balikan lagi sama wanitanya?”. Semenjak itu aku berpikir sudahlah, aku seperti orang bodoh. 6 bulan hanya larut dalam masalah yang ngga jelas seperti ini. Aku mengabarinya untuk segera menyelesaikan perkara hutangnya kepadaku. Dan kata-katanya hari itu sangat amat membuat gue sakit dan menangis hingga mataku bengkak.
Dia      :
memang banyak janji yang aku ucapin kekamu. Sampe rumah yang udah disediain untuk kamu bikin tempat praktek aja udah ada. Tapi makin kesini ulah kamu makin jadi, aku punya ha katas janjiku tarik kembali dan janji aku kekamu udah untuk orang lain
ternyata kamu juga ngga sebaik yang aku piker, sifat kamu mencaci orang, dan mulut ga bisa dijaga itu hal yang paling fatal buat aku.
Masalah sms pacar aku, urusan apa sama kamu? Ada bukti aku ML sama cewe? Aku minum, aku ngeroko, dan punya pacar peminum dan peroko punya hak apa kamu? Emang kamu siapa?
Malah main fitnah2 orang ajaa. Aduhhh, udah sangat keliatan watak asli kamu. Selalu tertawa diatas penderitaan orang lain, itu selalu saat kita masih pacaran. Haha, tapi ga mempang buat aku. Keluargaku lebih kuat, Cuma fitnah orang yang iri ngeliat kebahagiaan orang lain aja itu mah.
Yang kita lakuin? Ahh, mungkin juga kamu lakuin mesra2an ke banyak cowo. Sama sahabat aja jelaskan, keliatan banget dianggap gampang kamu sama sahabatmu. Dan begitu orangtuaku tau kamu sampe sayang2an sama sahabatmu mereka bener-bener langsung cut aku untuk lanjut sama kamu.
Karena orangtuaku ga mau punya mantu yang ngga pernah hormatin imam, dan gampangan pergi sama cowo-cowo meskipun Cuma temen karna itu bisa timbulin fitnah.
Janji? Aku kan maunya kasih ke orang yang tepat. Dan itu bukan kamu.
Iya aku jiji, kamu wanita berkerudung yang gap antes sebut nama allah. Soalnya ga sesuai sama kelakuan kamu. Aku yakin orang-orang yang lebih ngerti agama juga jiji liat kelakuan kamu.
            Apa iya ini akhir dari segalanya? Mungkin dia memang benar aku bukan wanita yang baik untuknya. Aku bukan wanita berkerudung yang baik. Kata-katanya cukup menamparkan aku terbangun dari mimpi akan ucapan sebelumnya bahwa kita akan sama-sama lagi. Ini memang salahku, semua ini terjadi karna murni akan kesalahanku.
            Meskipun dia telah menghinaku dan menancapkan kata-kata perih, aku ikhlas memaafkanya. Hingga detik ini pun aku masih menyayanginya. Aku masih yakin dengan ucapannya. Dan aku yakin Tuhan hanya sedang mengujiku untuk bersabar, untuk berubah lebih baik, untuk aku bisa mensyukuri apa yang telah aku dapatkan tanpa banyak mengeluh.
            Dan teruntukmu, aku akan menjaga perasaan ini meskipun mugkin kau memang ingin benar-benar pergi dariku. Aku akan tetap menyimpan semua kenangan kita. Aku akan tetap mengingat janjimu dan berharap engkau tersadar bahwa aku bisa berubah menjadi apa yang kau mau.
            Aku nikmati sakitnya, aku nikmati prosesnya. Terimakasih telah menyadarkan aku atas kesalahanku. Terimakasih telah mengajarkan aku untuk bersabar, bersyukur, merasakan kehilangan, menahan cemburu, hingga setia kepada janji kita.

Kamis, 19 Mei 2011

19 Tahun

Yaa, 1 hari sebelum ulang tahun gue, gue pergi kemargo buat ketemu fina sama nufus. Tentunya di anterin sama Aidil.
Makan, ketawa2, ngobrol lah disana. Nufus sama fina pulang, gue sama Aidil masih muter2.
Dan saat itu gue heran kenapa dia ngajak liat sepatu2, tumben banget dia ngajak.
Ternyata pas gue lagi nyobain dan suka, dibeliin haha katanya kado (orang mah kado surpriceeee) but thanks so much :*
Sampe malem dirumah gue, sampe waktu pukul 12.00 dia ngucapin HAPPY BIRTHDAY.
Habis itu gue sama Aidil solat isya bareng, dan berdoa buat umur gue yang 19 :)
Aidil pun pulang dan gue tidur!!!!!!!!!!!!
Paginya nyokap udah nyiumin gue, tapi gue cuma bilang maakasih dan reeeep tidur lagi haha
Sekitar jam 9 ada yang ngetok rumah gue, suruhan bidan tempat gue menimba ilmu selain kampus.
Dia minta gue dateng karena pasiennya banyak, Alhamdulillah ada ilmu baru yang belum pernah gue tau. Yaitu, kontrol KB IUD.
Selesai bantuin bidan, sampe rumah ternyata udah ada keluarga kecil kaka gue dan ngga lama Aidil dateng lagi.
Sorenyaa, ujan2 aidil ngajak gue keindomaret. Sumpah disitu gue kesel banget, ngapain coba sore2 ujan2 keindomaret tumben2an amat. 
Ternyata pas gue pulang, ketika gue fokus sama komputer gue manusia2 purba termasuk Aidil keluar dari kamar mandi bawa kue tart.
Syok dan mendadak nangis gueeeeeeeeeeeeeeeee (THANKYOUSOMUCH :*)
Bukan hanya itu, ceplok telor dan terigu didepan rumah gue juga cukup membuat malu dan benjol dikepala gueee.
Ada seneng, ada jengkelnya juga. 
Aidil pergi jam 6 dan JANJI pulang jam 7 buat latihan band.
Tapi dia nyampe rumah gue jam 8 dengan alasaan latihan sampe /8 dan nganterin temennya pulang (GUE BILANG GA PUNYA OTAK)
Gue ngomel bahkan sempet nangis gara2 ketololan dia, 
dan akhirnya gue makan jalan jam 9 malem dari rumah.
Semuanya indah, dan penuh kenangan.
Makasih buat semua I LOVE YOUUUU :*(buat Aidil lain kali ngga usah bagi waktu disaat hari SPESIAL GUE, LO, ATAUPUN KITA ILOVEYOUU :*)